profile desa subah

Melayani dengan sepenuh hati

 

“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’Jubata,” , Tutuh Nya’ Tiop, Akal Nya’ Midop. “TABE KA JEBATA PEJAJI PENOMPA TOGOH ADAT SUTE SUNGUH” , salam sejahtera bagi kita semua.

Halo pembaca budiman, selamat datang di situs official Pemerintah Desa Subah, kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Keberhasilan   pelaksanaan   pembangunan   di   tingkat   desa   pada   dasarnya ditentukan oleh sejauh mana komitmen dan konsistensi pemerintah dan masyarakat desa   saling   bekerjasama   membangun   desa.   Keberhasilan   pembangunan yang dilakukan  secara  partisipatif  mulai  dari  perencanaan,  pelaksanaan  sampai  pada monitoring  evaluasi  akan  lebih  menjamin  keberlangsungan  pembangunan  di  desa. Sebaliknya  permasalahan  ketidak percayaan  satu  sama  lain  akan  mudah  muncul apabila seluruh komunikasi dan ruang informasi bagi masyarakat kurang memadai.

Diharapkan  proses  penyusunan  Rencana  Pembangunan  jangka  Menengah Desa  (RPJMDes)  dan  Rencana  Kerja  Pembangunan  Desa  (RKPDes)  yang  benar-benar  partisipatif  dan  berorientasi  pada  kebutuhan  riil masyarakat  akan  mendorong percepatan  pembangunan  skala  desa  menuju  kemandirian  desa,  maka  diharapkan dalam    proses    penyusunan    APBDesa    seluruhnya    bisa    teranggarkan    secara  proporsional.

Demikian  Rencana  Pembangunan  Jangka  Menengah  Desa  (RPJMDes) Subah dibuat  untuk  menjadi  pedoman  dalam  pelaksanaan  Pembangunan  di Desa  Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten  Sanggau untuk  Tahun 2020 -2025, selanjutnya setiap tahunnya akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa.

Melalui media situs online desasubah.desa.id ini semua berita desa akan kami publikasikan sehingga pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat desa bisa ditingkatkan dengan begitu kami selaku pemerintah desa ingin ada opini masyarakat bahwa Pemdes Subah transparan dan maju berkarya.

Subah,      Juni  2019

 

Kepala Desa Subah,

YULIANUS ATIN

Pemerintah Desa Subah bertekad untuk mengamankan dan mengawal kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan dalam membangun Desa Subah dengan mengedepankan “Melayani Dengan Sepenuh Hati” serta semangat “Duduk Sama Rendah Berdiri Sama Tinggi” dan “Ringan Sama di Jinjing Berat Sama di Pikul”. diwujudkan dengan menjadikan Desa Subah  untuk Kabupaten Sanggau dan Indonesia yang sejatinya bisa terlepas persoalaan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sebagai upaya agar masyarakat desa bisa berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Perumusan visi dan misi tentunya disusun dengan memperhatikan isu strategis, lingkungan strategis serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sanggau

Dalam menuangkan visi dan misi, juga perlu adanya penguatan kepada setiap pemangku kepentingan di tingkat Desa yaitu, semangat berupa sebuah Motto  yaitu “Melayani Dengan Sepenuh Hati”   yang  bisa di laksanakan secara komperhensip dalam rangka menciptakan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Visi

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA SUBAH YANG MAJU, BERWAWASAN DAN BERKEADILAN”

Misi

MAJU

keadaan yang menunjukkan meningkatnya berbagai indikator pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya dengan dukungan ketersediaan infrastruktur dasar, sarana dan prasarana, pelayanan publik yang baik dan pemerintahan desa yang profesional, transparan, akuntabel dan demokratis berbasis elektronik

BERWAWASAN

Artinya adalah bagaimana cara pandang pemerintah dan masyarakat Desa Subah untuk mengembangkan dan memaksimalkan Potensi yang ada untuk sebesar-besarnya kemajuan masyarakat desa yang meliputi Bidang Penyelanggaraan Pemerintah Desa, Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Penagggulangan Bencana yang melibatkan peran serta dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat secara lebih luas dalam proses pengambilan keputusan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pembangunan di Desa Subah.

BERKEADILAN

Yaitu mengandung pengertian bahwa pembangunan yang di laksanakan oleh desa harus merata di segala bidang yang mencakup berbagai aspek sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di desa dengan di dukung oleh sarana prasaran yang memadai.

Untuk mewujudkan Masyarakat Desa Subah Yang Maju Berwawasan dan Berkeadilan, diperlukan misi sebagai suatu yang harus dilaksanakan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dalam hal ini misi merupakan pernyataan mengenai hal yang harus dicapai sebagai cerminan pelayanan dan tujuan pembangunan. Dengan demikian misi yang diemban menjawab permasalahan masyarakat, memiliki sasaran publik dan memiliki daya saing yang dapat meyakinkan masyarakat. Adapun misi pembangunan desa Subah untuk menuju Masyarakat Desa Subah Yang Maju Berwawasan dan Berkeadilan, sebagai berikut:

“MELANJUTKAN PROGRAM-PAROGRAM YANG TELAH DILAKSANAKAN OLEH PEMERINTAH DESA SUBAH PRIODE LALU SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM DOKUMEN RPJMDES DESA SUBAH”

Misi ini dimaksudkan untuk melanjutkan program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Desa Subah priode sebelumnya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa 2012- 2018 hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan di desa subah yang secara kelembagaan dapat di pelihara  dan di kembangkan dalam perencanaan pembangunan di desa di masa-masa yang akan datang.

“MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERANGKAT DESA SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT”

Misi ini dimaksudkan untuk membangun prinsip-prinsip pokok, pola pikir, sikap, perilaku, budaya, dan pola tindak administrasi yang demokratis, objektif, dan profesional serta pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas, tepat, teratur, dan efektif dalam rangka menciptakan keadilan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Era baru sistem pemerintahan menginginkan transparansi serta keterbukaan informasi publik. Masyarakat juga menginginkan agar pemerintah dan masyarakat bersifat interaktif dan dialogis serta pemerintah yang responsif, yang cepat merespon keluhan-keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Pemerintah yang terbuka dan profesional akan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dari proses pengambilan kebijakan publik sampai dengan membuka ruang yang lebih lebar bagi pengawasan-pengawasan publik.

Sistem pemerintahan Desa yang berbasis pada Information and Communication  Technology (ICT) atau Sistem Pemerintahan Desa Berbasis Elektonik (SPBE) memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan sistem birokrasi pemerintahan desa dengan cara cepat dan tepat.Komunikasi dan konsultansi publik bisa dilakukan secara sistematik melalui kanal-kanal media komunikasi virtual. Demikian pula interaksi dengan masyarakat bisa dilakukan tanpa harus terhalang oleh jarak dan dengan rentang waktu yang lebih cepat. Masyarakat bisa menyampaikan masukan, kritik maupun keluhannya terhadap pelayanan publik secara langsung dengan menggunakan teknologi informasi. Karena birokrasi publik dibentuk dan diadakan untuk melayani masyarakat, sudah seharusnya birokrasi publik lebih banyak berpikir dan bertindak untuk kepentingan masyarakat.

“OPTIMALISASI PENYELANGGARAAN PEMERINTAH DESA”

  • Penyelenggaraan Pemerintah yang Transparan dan Akuntabel dengan Menggali, Mewujudkan, Mengembangkan potensi dalam membangun Desa Subah baik :

    1. SDM : Pendidikan Kesehatan
    2. SDA : Pariwisata, Perkebuna/Pertanian, Perikanan .
  • Pelayanan kepada Masyarakat yang Prima yaitu : Cepat, Tepat dan Benar serta menjalin Komunikasi yang baik dengan berpedoman pada prinsip-prinsip :
    1. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
    2. Ringan sama  di Jinjing, berat sama dipikul.

Misi ini dimaksudkan untuk mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama serta membentuk pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab. Untuk membangun tatanan kehidupan sosial yang mengedepankan semangat demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia guna menciptakan masyarakat yang harmonis dengan memperkuat kehadiran nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat untuk membentuk manusia yang berkualitas serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Desa Subah adalah Desa yang bercorak majemuk dengan keragaman suku, adat-istiadat, budaya,bahasa, dan agama. Nilai, serta adat istiadat.

“MERANGKUM SEMUA APLIKASI PROGRAM DESA SUBAH SECARA PROSEDUR, AKURAT DAN EFISIEN DENGAN MEMBUAT SERTA MENJALANKAN PERDES (PERATURAN DESA)”

Misi ini dimaksudkan untuk mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama serta membentuk pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab.

KETERKAITAN VISI DAN MISI DESA DENGAN VISI DAN MISI KABUPATEN

Tujuan adalah sesuatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 6 (enam) tahun. Perumusan tujuan pembangunan jangka menengah Desa Subah, mengacu kepada arah kebijakan dan sasaran pokok Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sanggau, dan isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Sanggau yang telah ditetapkan pada bab sebelumnya. Selanjutnya, tujuan tersebut dikolaborasi dengan visi dan misi Kepala Desa terpilih, guna menghasilkan rumusan tujuan pembangunan Desa Subah  sampai dengan tahun 2025.

Perumusan tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah Desa Subah 2020-2025 selain sebagai penjabaran visi dan misi Desa Subah Tahun 2020-2025, juga dilakukan dalam upaya pencapaian arah kebijakan dan sasaran pokok Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sanggau Tahun 2019-2024 periode berkenaan.

Tujuan dan sasaran merupakan hasil perumusan capaian strategis yang menunjukkan tingkat kinerja pembangunan tertinggi sebagai dasar penyusunan arsitektur kinerja pembangunan Desa Subah secara keseluruhan. Tujuan dan sasaran pembangunan Desa Subah yang dirumuskan berdasarkan pendekatan teknokratik, yaitu dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah berdasarkan data dan informasi yang telah digali dan dianalisis pada bab-bab sebelumny

Pernyataan tujuan yang telah dirumuskan, selanjutnya dijabarkan kedalam sasaran. Sasaran adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan, berupa hasil pembangunan desa yang diperoleh dari pencapaian hasil (outcome). Sasaran RPJMDes selain menerjemahkan tujuan dari visi dan misi kepala Desa terpilih, sekurang-kurangnya berisi sasaran pokok RPJMD Kabupaten Sanggau periode berkenaan. Hal ini dimaksudkan agar sasaran pembangunan jangka menengah Desa Subah merupakan sarana untuk melaksanakan dan sekaligus upaya untuk mewujudkan sasaran pembangunan jangka menengah Desa  Tahun 2020-2025.

Dalam proses perumusan tujuan dan sasaran pembangunan Desa Subah, digunakan pendekatan holistik-tematik dan integratif. Pendekatan holistik-tematik dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek pembangunan serta unsur penting dan strategik yang berperan dalam pencapaian visi dan misi. Sementara pendekatan integratif dilaksanakan dengan menyatukan beberapa kewenangan untuk merumuskan sasaran pembangunan yang fokus dan terukur dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan.

Misi ini dimaksudkan untuk mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama serta membentuk pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab. Untuk membangun tatanan kehidupan sosial yang mengedepankan semangat demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia guna menciptakan masyarakat yang harmonis dengan memperkuat kehadiran nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat untuk membentuk manusia yang berkualitas serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Desa Subah adalah Desa yang bercorak majemuk dengan keragaman suku, adat-istiadat, budaya,bahasa, dan agama. Nilai, serta adat istiadat.

Secara Historis Desa Subah merupakan Desa yang diresmikan pada tanggal, …. Maret 1987. Berdasarkan Perda No. 123/Pem/Sanggau/2006 dahulunya Desa Subah atau Nama Subah memang sudah ada sejak Desa Gaya Lama Pada Tahun 1965 dikenal dengan Kampung Subah setelah itu pada tahun 1989 ada pengabungan dari Kampung menjadi desa adapun Kampung-kampung yang termasuk dalam wilayah administrasi Desa Subah pada waktu itu antara lain :

1. Kampung Subah
2. Kampung Pasir Tabu
3. Kampung Remba Jelundung,
4.Kampung Remba Otong,
5. Kampung Remba Kedokok,
6.Kampung Remba Hulu,
7. Kampung Pulau Legoh,
8. Kampung Yongkok
9. Kampung Selingan
10. Kampung Terentang, dan
11. Kampung Telabang

Pada waktu itu ketika dilakukan pemekaran Desa disetujui oleh pihak Kecamatan dan terbentuklah Desa Subah yang menjadi pusat desa adalah Kampung Subah, dan masih tetap menggunakan nama Subah sehingga di kenal sampai saat ini dengan nama “Desa Subah” Desa Subah salah satu desa yang jauh dari kecamatan  ( ± 50 Km ), mayoritas penduduk Desa  Subah adalah suku Dayak dan mayoritas beragama Kristen Katolik.

Asal

mula terbentuknya Desa Subah pada Tahun 1989 yang pada saat itu terdiri dari Sebelas kepala kampung, dimana masing-masing kampung dikepalai oleh satu kepala kampung yang terdiri dari :

1. Kampung Subah dikepalai oleh Bapak Kasianus Kintoi (almarhum),
2. Pasir Tabu dikepalai oleh Bapak Derus (almarhum),
3. Kampung Remba Jelundung di kepalai oleh Bapak Irensius Injan (almarhum),
4. Kampung Remba Otong dikepalai oleh Bapak Entunyeng (almarhum)
5. Kampung Remba Kedokok dikepalai oleh Bapak Baki (almarhum)
6. Kampung Remba Hulu dikepalai oleh Bapak Apinus Noorahap
7. Kampung Pulau Legoh dikepalai oleh Bapak Agu (almarhum)
8. Kampung Yongkok dikepalai oleh Bapak Utung (almarhum)
9. Kampung Selingan dikepalai oleh Bapak Tala’k (almarhum)
10. Kampung Terentang dikepalai oleh Bapak Utai (almarhum) dan
11. Kampung Telabang dikepalai oleh Bapak Yohanes Unjol.

Dari ke sebelas kepala kampung tersebut di atas membentuk suatu Desa dengan persatuan kepala kampung dengan nama Subah nama subah sendiri menurut cerita orang tua jaman dahulu diambil dari dua suku kata yaitu : “SU” dan “UBAH” yang diambil dari
nama tumbuhan kata “SU”  berasal dari Bahasa Tionghua (Ke’k) yang artinya “KAYU” dan kata “UBAH” berasal dari Bahasa Dayak Tobag yaitu nama “POHON UBAH” yang banyak tumbuh dikampung Subah. Selain itu pohon ubah ini juga diambil orang kampung untuk kayu bakar. Pada waktu itu yang tinggal dikampung subah terdapat orang dari suku Tionghua dan Suku Dayak Tobag sehingga dua suku kata “SU” dan “UBAH” ini sangat familiar sekali dengan masyarakat hampir setiap hari orang ketika kehabisan kayu bakar untuk urusan dapur selalu mengambil kayu ubah dari dua suku kata “SU” dan “UBAH”  inilah cikal bakal munculnya nama “SUBAH” yang dikenal hingga saat ini dengan nama “DESA SUBAH”.

Desa Subah pada jaman dahulu juga dikenal dengan nama Cempedek dalam nama atau istilah yang disebut orang-orang terdahulu ketika masih menggunakan transportasi sungai (motor kelotok) melewati Sungai Cempedek. Pada saat itu Desa Subah dikepalai oleh Bapak Kasianus Kintoi (almarhum) sebagai PJ. Kepala Desa setelah ditetapkanya pengabungan Kampung Menjadi Desa kemudian setelah masa jabatan berakhir digantikan oleh Bapak Ponsianus Palman (almarhum) selaku kepala Desa Kedua periode  tahun 1989 sampai dengan tahun 1996 yang kemudian berhenti dan sisa jabatan dilanjutkan oleh Bapak Seman Ayeb selaku PJ. Kepala Desa Subah, kemudian baru diadakan pemilihan kembali dan Bapak Seman Ayep selaku PJ. Kepala Desa ikut pencalonan dan terpilih kembali menjadi kepala desa Priode 1996 sampai dengan 2006. Seiring perkembangan zaman dan berdasarkan hasil pemetaan Pemerintah maka Desa Subah terdiri atas tujuh Dusun yaitu :

1. Dusun Subah (Pusat Desa)
2. Dusun Remba Kedokok
3. Dusun Pulau Legoh
4. Dusun Terentang
5. Dusun Telabang
6. Dusun Remba Hulu (Pemekaran Tahun 2013) dan
7. Dusun Munggu Das (Pemekaran Tahun 2013)

[supsystic-tables id=18]

[supsystic-tables id=19]

[supsystic-tables id=17]

PUSAT DESA SUBAH BERKEDUDUKAN DI DUSUN SUBAH DENGAN JARAK TEMPUH :

1. DARI PUSAT PEMERINTAHAN KECAMATAN   : 48 KM
2. DARI PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN   : 132 KM
3. DARI PUSAT PEMERINTAHAN PROPINSI   : 80 KM

UNTUK MENUJU  KE TIGA PUSAT PEMERINTAHAN TERSEBUT DI SAMPING MENGGUNAKAN JALAN DARAT JUGA BISA DITEMPUH MELALUI JALUR SUNGAI DENGAN MENGGUNAKAN SPEED BOAT DAN MOTOR KELOTOK

ADAPUN LUAS WILAYAH DESA SUBAH  DI HITUNG BERDASARKAN LUAS BEBERAPA DUSUN YANG ADA DALAM WILAYAH DESA SUBAH TERDIRI DARI 7 (TUJUH) DUSUN, LUAS WILAYAH DESA SUBAH SECARA KESELURUHAN -+ 18.156 Ha (PADA TAHUN 2006)

vDESA SUBAH MEMILIKI STRUKTUR TANAH BERBUKIT-BUKIT DAN BERLEMBAH SERTA SEBAGIAN DATARAN RENDAH DI BEBERAPA KAWASAN DUSUN, DENGAN IKLIM TROPIS CURAH HUJAN TIDAK MERATA SUHU MENCAPAI 22 O S/D 33 O C

ADAPUN BATAS WILAYAH DESA SUBAH TERDIRI DARI  SEBAGAI BERIKUT :

  1. SEBELAH UTARA BERBATASAN DENGAN DESA PAK MAYAM KEC. NGABANG KAB LANDAK.
  2. SEBELAH SELATAN BERBATAS DENGAN DESA LALANG   KEC TAYAN HILIR KAB. SANGGAU.
  3. SEBELAH TIMUR BERBATASAN DENGAN DESA    SEJOTANG KEC. TAYAN HILIR KAB. SANGGAU.
  4. SEBELAH BARAT BERBATASAN DENGAN DESA TELUK BAKUNG KEC. SUNGAI AMBAWANG KAB. KUBU RAYA.

ADAPUN JUMLAH DUSUN DI DESA SUBAH BERJUMLAH (LIMA)  BARU KEMUDIAN MENJADI 7 (TUJUH) SETELAH ADANYA PEMEKARAN

BARU  YANG TERDIRI DARI :

1.DUSUN SUBAH (PUSAT DESA)

2.DUSUN REMBA KEDOKOK

3.DUSUN PULAU LEGOH

4.DUSUN TERENTANG

5.DUSUN TELABANG

6.DUSUN REMBA HULU (PEMEKARAN BARU TAHUN 2013)

7.DUSUN MUNGGU DAS (PEMEKARAN BARU)

[supsystic-tables id=8]
[supsystic-tables id=9]
[supsystic-tables id=14]
[supsystic-tables id=11]
[supsystic-tables id=16]
Tab Content
[supsystic-tables id=15]
[supsystic-tables id=10]
[supsystic-tables id=7]

ADAPUN POTENSI  YANG TERDAPAT DI DESA SUBAH  YAITU :

  1. POTENSI PARIWISATAPOTENSI PERKEBUNAN ( KELAPA SAWIT DAN KARET DAN JENIS TANAMAN LAIN)
  2. POTENSI PERIKANAN
  3. POTENSI TAMBANG
  4. POTENSI KEARIFAN LOKAL (BERSIFAT TRADISI ADAT SECARA TURUN-TEMURUN)
  5. POTENSI PERTANIAN
[supsystic-tables id=20]
[visualizer id=”577″]